Podcast SUARA BERKELAS #67
Bintang tamu: Lavina Sabila (Penulis, Kreator, dan Founder Inong Carong)
Dalam podcast yang berdurasi 52:28 menit ini, membahas tentang beberapa kisah kehidupan yang berharga dari sang bintang tamu, mulai dari pembahasan tentang perempuan, komunitas Inong Carong, merantau, dan motivasi untuk anak umur 20-an. Pembahasan inspiratif dalam podcast ini akan dipaparkan sebagai berikut:
- Masih ada stigma kalau perempuan sekolah sampai SMA aja, ga usah lanjut kuliah.
- Tidak semua keluarga dan lingkungan mendukung perempuan untuk bermimpi.
- Komunitas Inong Carong yang berarti Perempuan Pintar, bertujuan untuk mensupport perempuan dan sebegai skill training untuk perempuan.
- Banyak perempuan yang didoktrin untuk tidak bermimpi.
- Cara laki-laki mensupport perempuan dengan bertanya dan mendengarkan, jangan berasumsi.
- Perempuan itu punya keinginannya sendiri, perempuan juga harus bisa bilang apa yang diinginkan, jangan bilang terserah dan harus kenal sama diri sendiri.
Ga ada orang lain yang bisa diandalkan selain diri sendiri. Setuju banget dengan pernyataan ini, semakin dewasa seharusnya kita belajar untuk mengenal diri sendiri dan jangan terlalu bergantung pada orang lain, karna sebenarnya yang tau perasaan kita adalah diri sendiri dan belum tentu orang lain lebih peduli pada kita, karna mereka juga punya kehidupannya masing-masing.
Orang lain bisa pergi kapan saja siapapun itu, pada akhirnya kita hanya bisa bergantung dengan diri sendiri. Ada yang beranggapan bahwa sendiri itu menakutkan, tapi sebenarnya sendiri itu malah lebih mudah, karna kita ga perlu bergantung pada siapa pun dan bonusnya kita makin leboh sayang dan mengenal diri sendiri.
- Merantau adalah pelajaran yang sangat berharga. Merantau bikin kita jadi menguasai basic life skill, merantau menguji feith dan value kita, dan belajar jadi minoritas.
- Ketika kita punya integritas dan pendirian, orang akan segan.
- Punya anak itu keputusan perempuan, karna yang akan hamil, menyusui, ngurus anak hampir 100% itu perempuan.
Kalau kita mau punya anak yang sukses, kita harus sukses dulu. Kalau kita mau punya anak yang religiuas, kita harus religius dulu. Kalau kita mau punya anak yang berpendidikan (sekolah tinggi), kita harus berpendidikan tinggi dulu. Karna Children See Children Do. Semua dimunlai dari diri sendiri, semakin kita bisa mengenal diri sendiri dengan baik, kita semakin tau apa yang mau kita tuju, dengan begitu ketika kita menginginkan anak yang lebih baik dari kita, maka kita harus berusaha untuk lebih baik dari diri sebelumnya terlebih dahulu. Sifatnya seorang anak yang masih kecil itu adalah melihat dan kemudian melakukan perbuatan yang dilakukan oleh orang tuanya, mereka hanya bisa mencontoh tanpa tau benar dan salahnya. Maka dari itu, sebelum memutuaskan untuk menjadi orang tua dan memiliki anak, sebagai anak yang masih berumur 20 tahunan ini untuk mempersiapkan dan memperbaiki diri terlebih dahulu. Sehingga nantinya setelah siap untuk kehidupan selanjutnya, kita sudah selesai sama diri sendiri dan akan bisa lebih fokus pada hal baru tersebut.
Pilih suami yang suportif. Nikah harus dipikirkan, karna akan hidup bersama selamanya. Menikah itu merupakan ibadah terpanjang, jadi sebagai perempuan berhak untuk memilih pendamping hidup yang tepat. Karna menikah itu untuk hidup bersama, bukan tinggal bersama. Carilah laki-laki yang mensupport apapun hal positif yang kamu lakukan, mau mendengarkan ceritamu, pandai memberi nasihat, dan memuliakan istrinya.
"Sebelum kamu mencari orang lain, mencari pasangan hidup kamu, mencari orang yang mencintai kamu, kamu harus kenal sama diri sendiri dan cinta dulu sama diri sendiri."
- Saran untuk anak umur 20-an dari Lavina. Menikahlah diatas umur 25 tahun, walaupun kedewasaan itu tidak ditentukan oleh umur, tapi Lavina percaya kalau waktu itu yang bikin kita memahami lebih banyak hal, waktu yang buat kita kenal sama diri sendiri.
Quote: Kalau kamu ga nikah, kamu ga mati. Tapi kalau kamu nikah denganorang yang salah, itu rasanya setengah mati.
Pesan Lavina: Untuk perempuan umur 20-an, jangan takut! Terkadang itu ketakutan hanya ada di kepala kita, tapi sebenarnya itu ga nyata. Jadi kalau kamu punya kemampuan, kamu punya skill, jangan takut.
Keterangan pembaca:
- Huruf (tebal) menunjukkan perkataan dari Lavina. Huruf tipis merupakan tafsir atau opini penulis.
- Tanda petik (") dan (titik bulat tebal) menunjukkan perkataan Lavina.
Link podcast SUARA BERKELAS #67: Bedah Mindset Perempuan yang Bikin Kamu Bisa Survive

Komentar
Posting Komentar