Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Hai, kembali lagi bareng aku Kurnia Wahyuningtias, mahasiswi dari prodi KPI di UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, kali ini aku mau menceritakan pengalaman kuliah ku hari ini mengenai matkul PPI. Jadi, pada matkul Pemikiran dan Peradaban Islam (PPI) kali ini membahas tentang Dinasti Abbasiyah. Yuk simak bersama gimana kisahnya.
Setelah Nabi Muhammad SAW. diangkat menjadi seorang Rasulullah, beliau melakukan dakwah secara sembunyi-sembunyi, setelah turun wahyu dari Allah untuk dakwah secara terang-terangan, akhirnya Rasul menyebarkan Islam secara terang-terangan. Setelah wafatnya rasul, estafet dakwah ini dilanjutkan oleh Khalafaur Rasyidin. Kemudian setelah masa Khalafaur Rasyidin, berlanjut pada pemerintahan Dinasti Umayyah dibawah pimpinan Muawiyah bin Abi Sofyan. Setelah Dinasti Umayyah berakhir, maka pemerintahan Islam digantikan oleh pemerintahan Dinasti Abbasiyah.
Dinasti Abasiyah ini didirikan oleh Abdullah al-Saffah ibn Muhammaf ibn Ali ibn Abdullah ibn al-Abbas. Kekuasaannya berlangsung dalam rentang waktu yang panjang, yaitu dari tahun 132 H (750 M) sampai 656 H (1258 M). Selama dinasti ini berkuasa, pola pemerintahan yang diterapkan berbeda-beda sesuai dengan perubahan politik, sosial, dan budaya.
Pada masa Dinasti Abbasiyah, memberikan kemajuan bagi kelangsungan Agama Islam, sehingga Dinasti Abbasiyah ini dikenal dengan "The Golden Age of Islam". Adapun kemajuan-kemajuan yang telah dicapai oleh Dinasti Abbasiyah yaitu kemajuan dalam administrasi, kemajuan dalam sosial, dan kemajuan dalan kegiatan ilmiah,.
Setelah berakhir kekuasaan Dinasti Saljuk atas Bagdad atau Khalifah Abbasiyah, merupakan awal dari periode kelima. Pada periode ini, Khalifah Abbasiyah tidak lagi berada di bawah kekuasaan suatu dinasti tertentu, sehingga banyak sekali dinasti-dinasti Islam yang berdiri. Pada masa inilah, Dinasti Abbasiyah mengalami kemunduran. Adapun yang menjadi faktor kemunduran Dinasti Abbasiyah yaitu dari internal seperti adanya persaingan tidak sehat diantara beberapa bangsa, terjadi perselisihan pendapat diantara kelompok pemikiran agama yang ada, dan muncul dinasti-dinasti kecil, kemudian dari eksternalnya yaitu berlangsung perang salib yang berkepanjangan, dan pasukan Mongol dan Tartar yang berhasil menjarah semua pusat-pusat kekuasaan maupun pusat ilmu.
Itulah kisah singkat mengenai Dinasti Abbasiyah, eitss tapi aku mau nambahin lagi nih materi dari dosen ku, disimak yaa.
Jadi beliau memaparkan tentang sikap seseorang, nah itu dibagi menjadi 3 yaitu sangat longgar (liberal), sangat ketat (radikal), dan seimbang (moderat). Nah, insyaAllah kita berada di titik moderat ya yaitu seimbang. Kemudian beliau berbicara tentang Umat bin Abdul Aziz, yaitu seadil apapun dan siapapun pemimpinnya pasti ada yang tidak suka, lalu setiap orang memiliki latar belakang yang berbeda. Nah pada masa Bani Abbasiyah itu terjadi kemajuan peradaban Islam seperti yang telah dikisahkan tadi. Ini ada tambahan juga, tapi aku lupa membahas tentang apa, jadi aku share point nya aja yaa, hehe.
1. Khalifah peduli terhadap ilmu pengetahuan.
2. Terjadi penerjemah buku-buku asing ke dalam bahasa Arab.
3. Tradisi baca tulis tumbuh subur.
Kemudian beliau ada mensharing suatu quotes seperti ini, "Kalau mau maju, harus membuka diri" ~ Imam Syafi'i. Kemudian beliau lanjutkan lagi, "Perbanyak pengalama, pengalaman tidak ada di buku, kamu tidak ada pengalaman, kalau kamu tidak melakukan". ~ Bapak Prof. Dr. Ngainun Naim, S.Ag, M.Hi.
Baiklahh manteman, segitu dulu yaa cerita perkuliahan ku kali ini, kapan-kapan lagiii, sehat-sehat yaa semuaa.
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Komentar
Posting Komentar