Filsafat ilmu mempunyai dua artian, pertama filsafat dalam arti luas yaitu yang menyangkut hubungan keluar dari ilmiah, serti implikasi yang terjadi karena suatu hal yang akan berpengaruh pada suatu ilmu yang baru. Sedangkan filsafat dalam arti sempit yaitu yang menyangkut sifat-sifat dalam ilmu filsafat, seperti ilmu itu ciri dan sifatnya bagaimana.
Pada dasarnya filsafat itu bertanya terus-menetus sampai tidak ada pertanyaan lagi, baik dari segi manapun. Filsafat itu sebuah proses pencarian terhadap sesuatu spai menemukan apa yang sebenarnya dicari itu. Filsafat merupakan induknya dari segala ilmu di dunia, berkat dari filsafatlah terdapat banyak ilmu yang tersebar.
Dalam filsafat itu, jika berpikir tidak hanya diluarnya saja, namun berpikir sampai ke akar-akarnya masalah tersebut, sampai ditemukan makna yang sebenarnya. Cara berpikirnya dengan analitis, pemahaman, deskriptif, evaluasi, interpretatif, dan spekulatif. Setelah itu berpikir juga tentang kebenatan suatu hal tersebut.
Filsafat ilmu sendiri merupakan cabang dari ilmu filsafat, yang memikirkan suatu ilmu pengetahuan yang baru. Namun, disamping itu, juga terpikir oleh mereka tentang proses ke ilmuwan manusia yang diantaranya pengembangan sosiologi, yang bisa menjadi ilmu sosial. Jadi para filsuf ilmu, memikirkan tentang ilmu pengetahuan dan ilmu sosial.
Para ilmuwan fisika, selain mereka menerapkan ilmunya untuk melihat fenomena alam, mereka juga menerapkan ilmu fisika untuk melihat fenomena sosial. Disamping itu masyarakat berpola pikir saintifik dengan bertanya dan mengamati kejadian sosial membuat akar-akar spiritualitas dan religiositas keberagamannya tercabut, karna pola pikir saintifik ini menyusung naturalisasi dan rasionalisasi, yang akhirnya muncul sebagai sebuah peradaban modern.
Dalam tradisi Islam, banyak muncul ilmu-ilmu baru yang berkaitan dengan agama Islam, dikarenakan banyak ilmuwan yang berpola pikir saintifik. Sehingga membuat tumbuh umat Islam itu sendiri jadi menyatu. Dari sini filsafat sangat penting untuk membangun berbagai keilmuan.
Secara etimologinya dari kata philosophia yang artinya Cinta kepada kebijaksanaan atau kebenaran. Jadi seorang filsuf itu suka mencari kebenaran suatu ilmu sehingga bisa memunculkan ilmu baru. Secara termologinya, filsafat itu cara memandang secara sistematim terhadap suatu hal, menyampaikan kebenaran, menyelidiki pernyataan, menentukan hakikat, sumber, nilai, dan keabsahan suatu hal.
Semua ilmu adalah pengetahuan, tapi tidak semua pengetahuan adalah ilmu. Karna, jika membicarakan ilmu sudah pasti kita mendapatkan pengetahuan yang baru, namun kalau pengetahuan belum tentu itu menjadi ilmu, karna kita hanya akan mengetahui suatu hal itu saja tanpa mendapatkan ilmu didalamnya, bahkan ada yang tidak ada ilmunya.
Hubungan intersubjektif-intersubjektif adalah konsep yang melahirkan hubungan manusia yang dapat mengkonstruksikan objektivitas bagi realitas itu sendiri atau bagi kehidupan manusia itu sendiri.
Menurut Permendikbud Nomor 103 Tahun 2014, pendekatan saintifik dioperasionalisasikan dalam bentuk kegiatan pembelajaran yang di dalamnya memuat pengalaman belajar dalam bentuk kegiatan mengamati, menanya, mengumpulkan informasi (mencoba), menalar (mengasosiasi), dan mengomunikasikan.
Interpretasi adalah kesimpulan pandangan seseorang terhadap sesuatu. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, spekulasi adalah pendapat atau dugaan yang bukan didasarkan oleh kenyataan. Dengan kata lain, spekulasi juga bisa berarti tindakan yang bersifat untung-untungan.
Komentar
Posting Komentar