Pada perkuliahan hari Selasa tanggal 19 Mater 2024, dosen Filsafat Ilmu memaparkan materi tentang relasi antara ilmu pengetahuan dengan filsafat, yang sama disana terdapat berbagai hubungan yang terjalin. Relasi tersebut meliputi, pengetahuan bagian dari kajian filsafat ilmu dan pengetahuan lahir sejak rasakan manusia dan berkembang pesat sesuai dengan budayanya. Pengetahuan juga lahir dari aktivitas yang dilaksanakan terus-menerus, yang kemudian menjadi suatu kebiasaan sehingga hal ini bisa menjadi suatu pengetahuan. Dalam aktivitas diperlukan metode, yang akan mendorong keberhasilan aktivitas tersebut. Dari pengetahuan-pengetahuan yang muncul melahirkan berbagai ilmu yang kemudian dipelajari oleh manusia. Ilmu dan pengetahuan tidak bisa dipisahkan, karena keduanya saling berikatan.
Terdapat beberapa siklus dalam ilmu, pertama dimulai dari aktivitas diteruskan ke ilmu, lalu pda metode, kemudian pengetahuan, dan siklusnya kembali lagi ke awal. Ilmu itu sebagai rangkaian aktivitas manusia, yang memiliki beberapa komponen, yaitu:
1. Rasional : proses pemikiran yang berpegang pada kaidah-kaidah logika.
2. Kognitif : proses mengetahui dan memperoleh pengetahuan.
3. Teologis : mencapai kebenaran memperoleh pemahaman, memberi penjelasan, dan melakukan penerapan dengan peramalan atau pengendalian.
Adapun ilmu sebagai metode ilmiah, terdiri dari beberapa komponen, yaitu: analisis (analysis), pemerian (description), pengukuran (measurement), perbandingan (comparison), dan sulvai (survey). Adapun pengelompokan dari pengetahuan, yaitu meliputi:
- Menurut Batrand Russell, pengetahuan dibedakan menjadi 2, yaitu:
1. Pengetahuan mengenai fakta-fakta (knowledge of facts)
2. Pengetahuan mengenai hubungan umum antara fakta (knowledge of general annection between facts)
- Menurut Ledger Wood, membagi pengetahuan menjadi:
1. Non inferential Apprehension; pengetahuan Non penyimpulan yang merupakan pengenalan terhadap benda, orang, atau sifat tertentu. Bentuknya meliputi:
a. Perception; pengenalan objek diluar diri seseorang.
b. Introspection; pengenalan terhadap dirinya sendiri dengan segenap kemampuan, pikiran kehendak, dan perasaan.
2. Inferential knowledge, meliputi:
a. Knowledge of other selves; pengetahuan mengenai diri orang lain.
b. Historical knowledge; pengetahuan menyangkut masa lampau.
c. Scientific knowledge; pengetahuan ilmiah.
Komentar
Posting Komentar