Nama : Kurnia Wahyuningtias

Judul : Mempererat Silaturahmi dengan Tahlilan dan Berkatan setelah Sholat Idul Fitri
Hari raya Idul Fitri merupakan hari kemenangan bagi setiap umat muslim di seluruh dunia. Setelah menjalankan puasa Ramadhan selama 1 bulan, tibalah hari kemenangan di hari raya Idul Fitri. Menjelang hari raya Idul Fitri, setiap orang di rumahnya masing-masing pasti mempersiapkan menyambut hari kemenangan ini. Biasanya setiap orang mempersiapkannya dengan membersihkan rumah, yang meliputi menyapu, mengepel, mencuci karpet, mengecat rumah, mencuci toples, menara ruang tamu, dan mempersiapkan hal lainnya. Serta jangan lupa dengan tradisi khas sebelum lebaran, yaitu membeli baju lebaran untuk dipakai ketika hari raya nanti.
Pada hari raya Idul Fitri sangat identik dengan ketupat. Olahan makanan yang berasal dari beras yang dimasukkan kedalam janur yang telah dibentuk ketupat, kemudian direbus hingga beras menjadi nasi yang pulen dan menyatu sehingga menjadi ketupat. Biasanya ketupat disajikan dengan gulai nangka sebagai lauknya, dan kerupuk sebagai pelengkapnya. Membuat ketupat tidak hanya bisa dari janur saja, namun bisa juga dibuat dari daun pisang dan plastik kaca, biasa disebut lontong. Tapi cara menyajikannya sama saja dengan ketupat yang dimakan dengan gulai nangka. Biasanya ketipat ini dimakan pada hari pertama lebaran.
Sebagaimana yang telah disebutkan para paragraf awal tadi, bahwa hari raya Idul Fitri itu merupakan hari kemenangan. Nah, pada hari itu hati manusia kembali suci dan kembali pada fitrahnya, dianjurkan untuk saling bermaaf-maafan atas segala salah dan khilaf yang telah dilakukan antar sesama saudara manusia. Biasanya ketika hari raya Idul Fitri tiba, saling silaturahmi ke rumah-rumah tetangga sekitar dan sanak saudara. Dengan saling silaturahmi dan berkunjung ke rumah-rumah tetangga dan sanak saudara, hal ini dapat menimbulkan kedamaian antar manusia. Nah kegiatan sing silaturahmi ini, berarti kita sudah menjadi warganegara yang baik. Karena seorang warga negara yang baik, terlihat ketika ia bisa menciptakan kedamaian, bukan menciptakan perpecahan antar warga negara.
Nah, terkait menciptakan kedamaian agar menjadi warga negara yang baik, saya ingin bercerita tentang pengalaman saya yang pertama kali melaksanakan hari raya Idul Fitri di Jawa Timur. Sebelumnya saya tinggal dan lahir di provinsi Jambi hingga SMA. Karena saya melanjutkan pendidikan saya ke perguruan tinggi, jadilah saya sampai ke Jawa Timur dan tinggal menetap disana sampai pendidikan saya selesai. Hari raya Idul Fitri 2024 ini adalah kali pertama saya lebaran tidak bersama keluarga inti. Namun saya masih bisa lebaran bersama mbah saya. Ketika hari Idul Fitri tiba, pagi harinya saya ikut melaksanakan sholat Idul Fitri di mushola dekat rumah. Setelah selesai sholat Idul Fitri, ada tahlilan dan berkatan. Para warga sebelumnya membawa berkat dari rumah masing-masing. Kemudian, dikumpulkan untuk nanti dibagi-bagikan setelah tahlil. Kegiatan berkumpulnya para warga ini, dapat menciptakan perdamaian antar warga negara. Sikap ini termasuk dalam menjadi warga negara Indonesia yang baik. Dalam sholat Idul Fitri, tahlil, dan berkatan bersama ini tercipta kebersamaan yang penuh khidmat, menciptakan suasana tenang, tentram, dan pastinya terciptanya kerukunan dan perdamaian antar warga.
Berbicara tentang perdamaian antar warga negara, banyak sekali perdamaian yang terjadi di Indonesia. Mulai dari perdamaian, antar suku, agama, ras, perilaku sehari-hari, gotong royong, saling silaturahmi, dan berkumpul bersama menciptakan perdamaian. Perdamaian sendiri merupakan cerminan bahwa kita telah menjadi warga negara Indonesia yang baik. Jika ada perpecahan atau permusuhan sebisa mungkin kita ikut untuk mendamaikannya, agar kita sama-sama menjadi warga negara yang baik.
Apalagi sekarang masih suasana hari raya Idul Fitri, yang dimana kita sebagai umat muslim harus saling silaturahmi bermaaf-maafan antar sesama. Karena kita tidak tahu mungkin diri kita pernah ada salah dengan orang lain, atau sampai menyakiti hatinya tanpa disadari. Maka dari itu dalam hari raya Idul Fitri ini sangat membantu juga untuk saling menyebarkan kedamaian. Hal ini juga demi bangsa dan negara Indonesia kita, jika antar warganya sudah tercipta perdamaian, maka semoga semua struktur pemerintahan bisa berjalan dengan lancar, yang tentunya akan dibantu oleh dukungan warga negara Indonesia, demi terciptanya Indonesia maju.
Kegiatan tahlil bersama ini juga bertujuan untuk meningkatkan kerukunan dan perdamaian antar warga. Kemudian yang dilanjutkan dengan berkatan saling memberi makanan pada sesama. Hari raya Idul Fitri menjadi sebuah momentum spesial untuk berkumpul bersama keluarga dan sanak saudara, karena hari raya Idul Fitri hanya terjadi satu tahun sekali. Sehingga di hari ini sangat dimanfaatkan sekali bagi banyak perantau yang pulang kembali ke rumahnya untuk menemui keluarganya. Setelah lama para perantau tidak berjumpa dengan keluarga, dikarenakan memang mengharuskannya untuk jauh dari keluarga demi mensejahterakan dirinya dan keluarganya.
Terlebih lagi ketika tahun 2020 ketika ada virus yang menyerang dunia, sehingga semua para pekerja dirumahkan bahkan ada yang sampai di phk dari perusahaannya. Virus ini juga menyebabkan manusia tidak bisa ke mana-mana, hanya berdiam diri di rumah masing-masing. Mereka yang masih memiliki pekerjaan, dilakukannya secara online. Begitupun dengan kegiatan pendidikan, ngajar mengajar yang biasanya dilakukan di sekolah secara tatap muka. Sekejap saat itu juga semua berubah, pembelajaran akhirnya dilakukan secara daring atau online.
Namun setelah virus ini menyelimuti dunia selama hampir 2 tahun, akhirnya pada awal 2022 semua aktivitas sudah mulai kembali normal, namun masih tetap menjaga protokol kesehatan dengan sering mencuci tangan dan tidak banyak untuk kontak fisik seperti berjabat tangan. Ketika masih ada virus pun, hari raya Idul Fitri saat itu sangat ketat menjaga protokol kesehatannya dengan menggunakan masker dan menjaga jarak antar manusia lain. Akhirnya semua benar-benar kembali normal saat akhir 2022. Semua yang bekerja di rumah akhirnya bisa pergi ke kantornya, yang belajar dari rumah bisa pergi ke sekolah dan berkumpul bersama teman-teman, serta bertemu dengan para guru pengajar.
Nah pada hari raya Idul Fitri 2024 ini bisa dibilang menjadi puncak mudik para perantau, yang dikarenakan para perantau ada yang belum sempat pulang ke kampung halamannya saat virus masih melanda. Sehingga mereka harus menyambut hari raya Idul Fitri di perantauan yang jauh dari keluarga. Namun saat ini semua sudah bebas dilakukan mulai untuk berinteraksi sesama, bahkan tidak takut lagi untuk saling bersalaman ketika silaturahmi bersama saudara-saudara. Maka dari itu momentum lebaran di tahun 2024 ini sangat ditunggu sekali.
Bicara tentang silaturahmi, dalam agama Islam menjaga silaturahmi dan perdamaian sangat diharuskan. Kita sebagai sesama manusia harus saling menjaga kerukunan jangan sampai berpecah belah. Apalagi dengan adanya momentum Idul Fitri menjadikan kita lebih erat dan saling menjaga kerukunan satu sama lain. Makan Idul Fitri sendiri yaitu untuk saling mensucikan hati atas segala salah dan khilaf yang pernah dilakukan baik segala sengaja ataupun tidak sengaja. Maka dari itu, sebelum hari raya Idul Fitri tiba, semua umat muslim diwajibkan untuk membayar zakat fitrah untuk mensucikan kembali semuanya. Zakat fitrah bisa dibayar menggunakan beras atau uang dengan takaran yang sesuai. Biasanya terakhir membayar zakat fitrah ketika sebelum terlaksananya sholat Idul Fitri. Jika ingin membayar zakat fitrah, akan ada niat yang dibaca untuk syarat bahwa zakat fitrahnya dah sudah terbayarkan.
Pada tahun 2024 ini, hari raya Idul Fitri dilaksanakan pada tanggal 10 April atau 1 Syawal 1445 H, yang jatuh pada hari rabu. Masyarakat terlihat sangat antusias sekali dalam menyambut hari raya Idul Fitri ini, yang dimulai dari melaksanakan sholat Idul Fitri sampai saling mengunjungi rumah-rumah untuk saling bersilaturahmi. Dalam lebaran ini sangat berkaitan eran dengan adanya perdamaian disana. Perdamaian bisa membuat kita menjadi warga negara Indonesia yang baik.
Tugas UTS mata kuliah Kewarganegaraan
Komentar
Posting Komentar