Nama : Kurnia Wahyuningtias
NIM : 186030423079
Kelas : KPI 2D
Pengalaman Berkesan Selama Mengikuti Kelas Filsafat Ilmu
oleh Kurnia Wahyuningtias
Filsafat ilmu merupakan cabang dari filsafat umum, yang dimana pada filsafat umum membahas tentang segala hal, namun pada filsafat ilmu membahas sangat khusus yaitu tentang ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan lahir dari cara berpikir yang membuat seseorang itu berpikir terhadap suatu hal. Adapun tujuan dari filsafat ilmu itu sendiri yaitu sebagai sarana pengujian penalaran ilmiah, sehingga orang menjadi kritis terhadap kegiatan ilmiah. Kemudian juga bertujuan sebagai usaha merefleksi, menguji mengkritik asumsi, dan metode keilmuan. Sebagai mahasiswa kita perlu mempelajari filsafat untuk membuka pemikiran kita lebih luas dalam memecahkan suatu masalah, dengan melihat masalah tersebut dari berbagai sudut pandang, agar bisa ditemukan jalan keluar untuk masalah tersebut.
Seperti yang telah saya sampaikan pada pendahuluan awal, filsafat sangat penting untuk dipelajari oleh mahasiswa. Sejak dari semester satu sudah ada mata kuliah filsafat yaitu filsafat umum yang mempelajari tentang pemikiran-pemikiran yang muncul dari masa Yunani kuno hingga masa modern dengan banyak bermunculan para filsuf dari berbagai negara. Dilanjutkan pada semester dua ini untuk mempelajari filsafat ilmu yang dibentuk awal mula ilmu pengetahuan yang dipakai pada berbagai bidang keilmuan untuk memecahkan masalah yang dihadapi. Filsafat ilmu sendiri menjadikan agar manusia itu berilmu. Dalam memecahkan suatu masalah terdapat empat pertanyaan yang biasanya ditanyakan yaitu bagaimanakah, mengapakah, kemanakah, dan apakah. Hal tersebut dimaksudkan aga dalam pemecahan masalah mengetahui lebih jelas atas masalah yang sedang dihadapi sehingga bisa berpikir untuk mencari jalan keluarnya.
Filsafat ilmu dalam arti luas, yang menampung permasalahan dan menyangkut hubungan-hubungan ke luar dari kegiatan ilmiah, seperti implikasi-implikasi ontologik-metafisik dari citra dunia yang bersifat ilmiah, tata susila yang menjadi pegangan penyelenggara ilmu, konsekuensi-konsekuensi pragmatik-etik penyelenggara ilmu, dan sebagainya. Filsafat dalam arti sempit, yang menampung permasalahan yang bersangkutan dengan hubungan-hubungan ke dalam yang terdapat di dalam ilmu, yaitu yang menyangkut sifat pengetahuan ilmiah dengan cara-cara mengusahakan serta mencapai pengetahuan ilmiah. Filsafat dan ilmu pengetahuan pada umumnya tidak menerima kebenaran apapun sebagai sesuatu yang telah usai. Ilmu sendiri tidak ada yang terbentuk dengan mendadak namun berproses dengan adanya peristiwa, adanya orang yang memikirkannya, dan kemudian terbentuklah ilmu tersebut. Sumber dan metode ilmu secara epistemologi adalah orang yang mengamati, memikir, dan membangun. Dalam filsafat ilmu terdapat beberapa pemikiran yaitu ontologi, aksiologi, realitas, metafisik, empiris, ideologi, filsafat, radikal, dan dogma. Ciri khusus dari filsafat itu sendiri ada tiga, yaitu analisis, pemahaman, dan deskriptif. Adapun hubungan antara ilmu pengetahuan, filsafat, dan agama, yaitu semuanya berbicara kebenaran, bedanya pada sumber kebenaran ilmu pengetahuan menemukan kebenaran dengan riset/metode ilmu. Filsafat menemukan kebenaran dengan logika. Agama menemukan kebenaran dengan keyakinan. Ilmu pengetahuan kebenarannya bersifat empiris. Filsafat kebenarannya bersifat spekulatif. Agama kebenarannya bersifat absolute.
Ada beberapa tipe-tipe manusia dalam kaitannya dengan ilmu pengetahuan yaitu manusia ada yang tidak tahu dalam ketidaktahuannya, manusia tidak tahu dalam ketahuannya, manusia tahu akan ketidaktahuannya, dan manusia tahu akan ketahuannya. Pengetahuan lahir sejak manusia itu ada, sejak manusia itu berpikir, sejak manusia berinteraksi dengan alam. Relasi antara filsafat dengan ilmu pengetahuan yaitu pengetahuan bagian dari kajian filsafat ilmu, pengetahuan lahir sejak peradaban manusia dan berkembang pusat sesuai dengan budayanya, pengetahuan lahir dari aktivitas, aktivitas memerlukan metode.
Semua ilmu harus objektif, tidak boleh subjektif. Semua ilmu harus memiliki objek. Ilmu secara filsafat dilihat dari objeknya. Objek yang dilihat dalam filsafat yaitu objek yang dilihat dari monodisipliner, multidisipliner, interdisipliner, crosdisipliner, dan transdisipliner. Ilmu sendi adalah rangkaian aktivitas manusia yang rasional dan kognitif dengan berbagai metode berupa aneka prosedur dan tata langkah sehingga menghasilkan kumpulan pengalaman yang sistematis mengenai gejala-gejala kealaman, kemasyarakatan atau keorangan untuk tujuan mencapai kebenaran, memperoleh pemahaman, memberikan penjelasan, melakukan perorangan.
Ada tiga kelompok dalam memandang ilmu pengetahuan, yaitu:
Apologetik, yaitu ilmu pengetahuan sudah ada semua di Al-Qur’an dan hadis.
Mengetahui adanya ilmu pengetahuan Barat dan berusaha menyaingi yang sesuai saja dengan Islam. Bagian yang tidak sesuai ditinggalkan.
Mengetahui adanya ilmu pengetahuan dalam Islam dan berusaha membangun Islamisasi ilmu pengetahuan.
Ada empat hal dalam kerja keilmuan yaitu yang pertama filsafat ilmu yang membahas tentang ilmu pengetahuan dan tentang cara kerja ilmu itu sendiri serta hubungannya dengan filsafat. Kedua ada bahasa yang dipakai dalam memperjelas suatu ilmu pengetahuan tersebut agar bisa dipahami oleh manusia yang ingin mempelajari ilmu pengetahuan tersebut, dengan bahasa bisa memudahkan komunikasi antara penulis dan pembaca buku, dan memudahkan komunikasi antara pembicara dan pendengar dari media yang digunakan untuk mempelajari ilmu pengetahuan. Ketiga ada metodologi penelitian yang bertujuan untuk mengantarkan poses ilmu pengetahuan itu menjadi pengetahuan yang bau bagi yang belum pernah mempelajarinya, untuk mencapai pada tahap mengeti, jadi dalam ilmu pengetahuan itu ada beberapa metode untuk mencapainya. Keempat ada bacaan yang akan bermanfaat bagi pembaca agar mengerti tentang pembahasan ilmu pengetahuan yang ingin dipelajari, dengan membaca seseorang akan mengerti tentang topik yang ingin dibahas yang kemudian dari bacaan tersebut seseorang bisa menemukan solusi atau jalan keluar dari masalah yang sedang dihadapi, dalam membaca juga membutuhkan kefokusan mata, hati, dan pikiran agar dapat memahami bacaan yang sedang dibaca.
Selama semester dua ini saya mempelajari filsafat ilmu yang dibimbing oleh Bapak Prof. Ngainun Naim, membuka wawasan saya tentang filsafat itu sendiri yang dimana filsafat merupakan induk dari segala keilmuan, yang semuanya dimulai dari pemikiran filsafat. Ilmu pengetahuan sendiri lagi dari pemikiran–pemikiran para filsuf untuk mendapatkan ilmu pengetahuan yang bau. Dalam penyampaian materi tentang filsafat ilmu, bahasa yang beliau pakai sangat mudah dipahami dan tidak terlalu tinggi bahasanya jadi sesuai dengan mahasiswa semester 2 yang masih dalam proses pengenalan dengan yang namanya filsafat. Kaena filsafat ini merupakan ilmu baru yang dipelajari oleh mahasiswa semester satu dan dua. Saya ucapkan terima kasih kepada Prof. Ngainun Naim atas ilmu yang telah dibagikan saat dikelas selamat semester dua ini, semoga ilmu yang telh disampaikan dapat bemanfaat bagi kami.
Komentar
Posting Komentar