Nama : Kurnia Wahyunigtias
NIM : 186030423079
Kelas : KPI 2D
Tugas Filsafat Resensi Buku
Identitas buku:
Judul : Ringkasan Sejarah Filsafat
Pengarang : Prof. K. Bertens
Penerbit : PT Kanisius
Tahun terbit : 2016
Halaman : 102
Sinopsis buku:
Dalam tulisan ini saya akan menyampaikan tentang resensi buku yang berjudul “Ringkasan Sejarah Filsafat”, yang dikarang oleh Prof. K. Bertens. Buku ini memiliki cover yang menggambarkan beberapa tokoh filsafat, yang membentuk pemikiran-pemikiran yang tidak dipikirkan oleh manusia pada umumnya. Buku ini tidak tebal dan juga tidak terlalu tipis, yang berisikan 102 halaman baca dalam buku ini. Dalam buku ini terdapat tiga bab yang masing-masing babnya terdapat berbagai subbab yang dibahas. Disini saya akan menulis beberapa ulasan tentang masing-masing bab yang ada dalam buku ini.
Buku ini berusaha melukiskan perkembangan sejarah filsafat barat, mulai dengan lahirnya pemikiran filosofis di Yunani sampai dengan abad 19. Maksud buku ii ialah memungkinkansuatu perkenalan pertama dengan sejarah filsafat. Karena ruangnya sangat terbatas, hanya dapat diberikan garis-garis besar saja. Namun demikian, semua tokoh yang penting dibahas di dalamnya. Karena buku ini ingin menyoroti sejarah, selalu dipentingkan perkembangan dari suatu filsuf ke filsuf lain, dari satu zaman berikutnya. Suatu daftar kepustakaan selektif menunjukkan jalan kepada para peminat untuk studi lebih lanjut.
Kutipan buku:
Pada bab pertama membahas tentang masa yunani kuno, yang dimana disini diceritakan tentang awal mula terbentuknya pemikiran-pemikiran para filsuf yang tidak dipikirkan pada manusia pada umumnya. Disini juga dibahas tentang para tokoh yang memunculkan pemikiran baru dalam filsafat. Setiap zamannya pasti ada pemikiran baru dari para filsuf yang bermunculan. Pemikiran mereka dapat digunakan untuk berpikir yang lebih realistis dengan keadaan dan alam sekitar. Dalam buku ini disebutkan bahwa tidak ada yang tahu pasti tentang awal mula filsafat, akan tetapi pemikiran filsafat ini sudah mulai berkembang pada abad ke 6 sebelum masehi. Thales adalah orang yang mendapat kehormatan untuk digelari sebagai “filsuf pertama”. Selain itu ada beberapa para filsuf lagi yang bermunculan pada awal mula perkembangan filsafat ini diantaranya yaitu Anaximandros, Anaximenes, Herakleitos, Pythagoras, dan Parmenides. Masing-masing dari para filsuf ini memiliki cara pikirnya sendiri-sendiri dalam memecahkan masalah dan memikirkan suatu persoalan. Dari pemikiran para filsuf ini yang kemudian sekarang banyak digunakan oleh para ilmuwan dalam melakukan penelitian dan memikirkan tentang pemecahan masalah yang dihadapi. Pada bab pertama ini terdapat tiga pembahasan subbab yaitu membahas tentang filsuf-filsuf pertama yang muncul, adanya zaman keemasan filsafat Yunani, dan adanya masa hellenistis dan Romawi.
Pada bab kedua membahas tentang patristik dan abad pertengahan, yang dimana disini diceritakan bahwa masa-masa permulaan pemikiran filsafat. Masa patristik ini menunjuk pada Bapa-bapa Gereja, yang berarti pujangga-pujangga kristen dalam abad-abad pertama tarikh Masehi yang meletakkan dasar intelektual untuk agama kristen. Mereka merintis jalan dalam memperkembangkan teologi kristiani. Terdapat zaman keemasan di masa patristik Yunani ini pada tahun 313 Kaisar Constantinus Agung mengeluarkan pernyataan yang biasanya disebut “edik Milano” dimana kebebasan beragama untuk semua orang kristen terjamin. Sesudah kejadian itu agama kristen berkembang pesat dalam semua provinsi kekaisaran Romawi. Jumlah pengarang kristen bertambah pula. Sejak saat itu mulailah zaman keemasan Patristik, baik dalam wilayah yang berbahasa Yunani maupun dalam wilayah yang berbahasa Latin. Seperti juga dalam daerah timur kekaisaran Romawi, dalam daerah barat pun abad 4 merupakan zaman keemasan bagi pemikiran kristiani. Pada bab kedua ini terdapat subbab tentang masa patristik, permulaan skolastik, zaman keemasan skolastik, dan kesudahan abad pertengahan.
Pada bab ketiga membahas tentang masa modern yang dimana didalamnya terdapat beberapa subbab yang membahas tentang masa menuju zaman baru: “Renaissance”, Rene Descartes, Rasionalisme sesudah Descartes, Blaise Pascal, Empirisme Inggris, Masa “Aufklarung”, Immanuel Kant, Idealisme Jerman: Fichte, Schelling, Hegel, Positivisme, Materialisme, Soren Kierkegaard, dan Friedrich Nietzsche. Dalam bab ini banyak membahas tentang perkembangan filsafat di masa modern yang diawali dengan masa menuju zaman baru yaitu Renaissance. Renaissance sendiri memiliki arti kelahiran kembali, disebut demikian karena telah berhentinya filsafat pada abad pertengahan dan kembali melanjutkan perkembangan filsafat pada masa modern ini. Hal ini dimaksudkan untuk menghidupkan kembali kebudayaan klasik (Yunani-Romawi). Suatu perkembangan mahapenting pada waktu ini adalah timbulnya ilmu pengetahuan alam yang modern, berdasarkan metode eksperimental dan matematis. Orang yang dapat digelari sebagai “bapa filsafat modern” adalah Rene Descartes (1596-1650). Disini ia menyatakan bahwa ia tidak merasa puas dengan filsafat dan ilmu pengetahuan yang menjadi bahan pendidikannya.Di bidang ilmiah tidak ada yang dianggap pasti; semuanya dapat dipersoalkan dan pada kenyataannya memang dipersoalkan juga. Satu-satunya pengecualian ialah matematika atau ilmu pasti.
Kelebihan:
Dalam buku ini sangat jelas dalam menceritakan tentang sejarah perkembangan filsafat dari masa Yunani kuno hingga masa modern, kemudian juga menceritakan tentang filsuf-filsuf yang menciptakan pemikiran-pemikiran filsafat. Walaupun buku ini tidak terlalu tebal, namun dapat mencangkup sejarah dari filsafat dengan cukup jelas dan mudah dimengerti. Buku ini juga memakai kertas buku yang biasanya dibuat untuk novel, kertasnya lembut,halus,dan wangi yang khas. Dalam buku ini juga dicantumkan kepustakaan singkat buku. Bahasa yang digunakan dalam buku ini menggunakan bahasa yang mudah dipahami bagi pembaca, dengan menggunakan ejaan yang benar sesuai KBBI, dan kalimatnya jelas tidak bertele-tele. Covernya cukup menarik untuk minat pembaca.
Kekurangan:
Nama tokoh dalam buku ini dibuat capslock semua, jadi menurut saya sangat mengganggu pembaca saat membaca bukunya. Sebaiknya fontnya bisa dibuat inslater saja. Begitu juga pada judul-judul subbabnya.
Kesimpulan:
Dari buku ini dapat simpulkan bahwa setiap masa atau zaman memiliki para filsuf yang berbeda-beda, dan setiap zamannya timbul filsuf baru yang mengemukakan pemikiran barunya. Dari buku ini kita juga bisa mengetahui perkembangan dan zaman keemasan filsafat itu.
Komentar
Posting Komentar