Pertemuan ke-2, 10 September 2025
Bentuk-bentuk wawancara ada tiga, yaitu:
- Sistem terbuka, biasa dipakai oleh etnografer.
- Sistem semi tertutup terbuka, seperti ngobrol atau berbincang
- Sistem tertutup, beberapa pertanyaan
- Skeptis, yaitu sikap yang selalu mempertanyakan, meragukan, dan mewaspadai. Mempertanyakan sesuatu terus-menerus dengan sesuatu yang biasa, yang bertujuan untuk mencari kebenaran. Skeptis berbeda dengan sinis, karna sinis adalah mempertanyakan karena tidak percaya.
- Bertindak, yaitu mencari fakta (segala bukti terkait sebuah isu) dan data (ekstraksi inti dari fakta).
- Berubah, yaitu berita yang tersaji itu diharapkan dapat merubah pengetahuan dan keadaan.
- Seni dan profesi, yaitu menemukan data menjadi berita. Ada dua data yaitu data otentik dan data palsu.
Prinsip jurnalisme ada sembilan, yaitu:
- Kebenaran, harus dengan wawancara. Dalam memberitakan suatu perkara, haruslah berdasarkan kebenaran, kebenaran tersebut bisa didukung dengan adanya wawancara sebagai tanda bukti akurat berita tersebut.
- Objektif, secara apa adanya. Sebuah berita haruslah dibuat dengan apa adanya tanpa direkayasa yang sesuai dengan kondisi sebenarnya di lapangan.
- Verifikasi, mengecek atau memastikan berbagai pihak. Setelah melakukan wawancara dan membuat berita secara objektifitas, selanjutnya sebelum menyebarkan berita haruslah memverifikasi kembali pihak-pihak mana saja yang terlibat dalam berita tersebut.
- Bebas, bebas menulis apapun berdasarkan prinsip jurnalisme. Seorang jurnalis diberikan kebebasan untuk membuat berita apapun, tapi tetap berpedoman dengan prinsip jurnalisme.
- Pemantau bebas terhadap kekuasaan, tidak melampaui batas yang akan merusak individu.
- Jurnalisme menyediakan forum kritik dan komentar publik.
- Jurnalisme harus berusaha membuat yang penting menjadi menarik.
- Wartawan harus menjaga berita secara profesional.
- Wartawan itu kewajiban utamanya mengikuti secara hati nurani.
Komentar
Posting Komentar