Ciri-ciri dan Prinsip Jurnalisme

Pertemuan ke-2, 10 September 2025

Bentuk-bentuk wawancara ada tiga, yaitu:

  1. Sistem terbuka, biasa dipakai oleh etnografer.
  2. Sistem semi tertutup terbuka, seperti ngobrol atau berbincang
  3. Sistem tertutup, beberapa pertanyaan
Ciri-ciri jurnalis ada empat, yaitu:

  1. Skeptis, yaitu sikap yang selalu mempertanyakan, meragukan, dan mewaspadai. Mempertanyakan sesuatu terus-menerus dengan sesuatu yang biasa, yang bertujuan untuk mencari kebenaran. Skeptis berbeda dengan sinis, karna sinis adalah mempertanyakan karena tidak percaya.
  2. Bertindak, yaitu mencari fakta (segala bukti terkait sebuah isu) dan data (ekstraksi inti dari fakta).
  3. Berubah, yaitu berita yang tersaji itu diharapkan dapat merubah pengetahuan dan keadaan.
  4. Seni dan profesi, yaitu menemukan data menjadi berita. Ada dua data yaitu data otentik dan data palsu.
Prinsip jurnalisme ada sembilan, yaitu:
  1. Kebenaran, harus dengan wawancara. Dalam memberitakan suatu perkara, haruslah berdasarkan kebenaran, kebenaran tersebut bisa didukung dengan adanya wawancara sebagai tanda bukti akurat berita tersebut.
  2. Objektif, secara apa adanya. Sebuah berita haruslah dibuat dengan apa adanya tanpa direkayasa yang sesuai dengan kondisi sebenarnya di lapangan.
  3. Verifikasi, mengecek atau memastikan berbagai pihak. Setelah melakukan wawancara dan membuat berita secara objektifitas, selanjutnya sebelum menyebarkan berita haruslah memverifikasi kembali pihak-pihak mana saja yang terlibat dalam berita tersebut.
  4. Bebas, bebas menulis apapun berdasarkan prinsip jurnalisme. Seorang jurnalis diberikan kebebasan untuk membuat berita apapun, tapi tetap berpedoman dengan prinsip jurnalisme.
  5. Pemantau bebas terhadap kekuasaan, tidak melampaui batas yang akan merusak individu.
  6. Jurnalisme menyediakan forum kritik dan komentar publik. 
  7. Jurnalisme harus berusaha membuat yang penting menjadi menarik.
  8. Wartawan harus menjaga berita secara profesional.
  9. Wartawan itu kewajiban utamanya mengikuti secara hati nurani.

Komentar